SUKSES DENGAN CARA MENIRU
Meniru bukanlah tindakan yang sulit, bahkan bisa dikatakan kita semua berbakat kalau harus meniru? Mengapa demikian? Sudah sejak dari lahir kita selalu meniru. Bahasa yang kita kuasai sekarang ini adalah hasil dari meniru. Cara kita makan, cara kita berjalan, cara kita berbicara semuanya juga adalah hasil dari meniru. Kebiasaan-kebiasaan kita pun didapat dengan meniru. Ada pepatah yang mengatakan “Monkey see, monkey do” (kera melihat, kera ,melakukannya).
Kita kerap melihat seorang anak petani akhirnya menjadi petani, anak seorang dokter menjadi dokter, anak seorang penguasaha menjadi penguasaha. Mengapa demikian? Sederhana, karena si anak melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya dan menirunya.
Lalu, bagaimana menerapkan prinsip meniru ini untuk kesuksesan kita? Ada beberapa point yang perlu kita perhatikan, diantaranya :
1. Jangan sembarangan meniru, tirulah para leader yang meraih sukses dengan cara yang benar dan tepat.
Jangan sembarangan meniru, karena bisa jadi kita meniru sesuatu yang salah. Jika objek yang kita tiru salah, sudah dapat dipastikan kita akan ikut-ikutan salah. Yang harus kita tiru adalah para leader yang telah berhasil meraih kesuksesan dengan cara yang benar dan tepat. Kesuksesan tidak datang dalam sekejap mata, diperlukan waktu dan perjuangan dalam meraihnya.
2. Pikiran terbuka dan rendah hati
Orang bijak berkata “Pikiran kita itu bagaikan parasut. Pikiran kita hanya bias bekerja apabila sudah terbuka”. Selama kita open mind, maka kita akan mampu menyerap banyak ilmu dan strategi dari para leader yang telah sukses dan berhasil. Syarat selanjutnya adalah kita harus rendah hati,. Kita akan gagal apabila kita merasa diri kita pintar, hebat, dan sudah merasa tahu. Kita harus merasa diri kita masih perlu banyak belajar, merasa diri kita belum sempurna dan butuh strategi-strategi baru dalam meraih kesuksesan.
3. Antusias dalam meniru
Untuk meniru dibutuhkan sikap yang antusias. Kita harus merasa haus dan butuh hal-hal yang baru untuk memperkaya pengetahuan dan strategi kita dalam meraih kesuksesan.
4. Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)
Amati : artinya kita harus mengamati para leader dan penguasaha yang telah berhasil .
Tiru : artinya kita belajar dari pengalaman-pengalaman para leader dan penguasaha sampai mereka bisa sukses dan berhasil. Cari tahu, apa strategi mereka, apa kebiasaan mereka, seperti apa sikap-sikap yang membawa pada kesuksesan.
Modifikasi : maksudnya kita menggabungkan kelebihan dari para leader terbaik untuk kita praktekan.
Sumber : majalah OXyGeNews, Edisi 29 Sept – Okt 2009

yep, Kita hrs mencontoh negara Jepang. Mereka meniru produk negara barat dan mengkomersilkannya
thanks atas kunjungannya. Emang bener mas, sayangnya bangsa kita baru pada sebatas meniru kebudayaan bangsa lain yang terkadang malah nggak cocok dengan karakter kita.